Kamis, 29 Januari 2009

PERMAINAN DAN PENGEMBANGAN NILAI-NILAI

Pada anak-anak permainan dapat dijadikan media untuk memperkenalkan berbagai nilai, juga untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitasnya. Ini pun tidak kalah pentingnya. Di sana anak belajar melihat berbagai kemungkinan lain dan aktif mencari jalan keluarnya. Permainan ketika kecil dapat menjadi awal dari berbagai ide brilian dan profesi serius kelak.
Betapa banyaknya juara dunia, juga penemuan besar dan pekerjaan yang diminati berasal dari permainan anak-anak sederhana ketika kecil. Konon juara dunia, seperti Rudi Hartono, Susi Susanti, Andre Agassi belajar kenal dan timbul minatnya dengan permainan itu ketika kecil diajak bermain dengan orangtuanya dalam suasana menyenangkan.
James Watt, penemu mesin uap, awal minatnya tumbuh sebab ketika masih kecil sering diperbolehkan masuk dapur dan memperhatikan ibunya ketika masak. Ia memperhatikan ketel ibunya yang bergerak-gerak ketika air mendidih dan tertarik pada kekuatan uap itu. Dr Kurt Semm, pelopor operasi dengan bedah minimal (MIS, minimal invasive surgery), yang telah banyak menciptakan berbagai alat yang sangat berguna buat ilmu kedokteran, dirintis sejak usia sembilan tahun.
Ketika ayah James Watt yang insinyur memberikan si bocah semacam mesin bubut, sang ayah mengajarkan menggunakan alat itu dan membuat benda-benda kecil. Pada umur sebelas tahun, si buyung lebih suka membuat sendiri mainannya, ketimbang membeli produk jadi. Sikap untuk membuat sendiri berbagai benda yang diperlukan ini ada terus padanya. Ketika menjadi dokter ia membuat berbagai peralatan dalam laboratorium dan buat keperluan membedah pasien yang sangat inovatif, yang sekarang digunakan secara meluas didunia.
Untuk melengkapi permainan, anak pun dapat ditambah dengan bacaan menarik. Dari si kancil yang cerdik sampai pengalaman para tokoh dunia dan tokoh moral, seperti para Nabi. Banyak buku cerita yang baik dari berbagai negara yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Namun, kunci dari keberhasilan si kecil adalah sikap orangtua yang mampu menumbuhkembangan minat, dan menciptakan suasana baginya buat berusaha mencapai yang (paling) baik.
Kalaupun ia belum berhasil, orangtua tidak menghukumnya dengan kritik dan celaan, baik kata-kata maupun bahasa badannya. Tetapi orangtua mampu menghargai proses ketika si bocah berlatih, belajar, berusaha mencapai hasil yang baik. Ketika anak menang, orangtua mudah menghargainya, tetapi di saat gagallah anak paling membutuhkan sikap bijak kita, untuk tidak membuat dia patah hati dan mau tetap berusaha buat mencoba lagi. Orang sini bilang kekalahan hanyalah lost a battle but not the war.

Selasa, 27 Januari 2009

hit counter

Untuk menambah hitcounter atau melihat jumlah pengunjung web kita. kita dapat menambahkannya dengan mengunjungi hitcountersite.com contohnya ...
Mississippi Jones Act
Mississippi Jones Act Counter
Jones Act
Jones Act Counter

Rabu, 21 Januari 2009

Kecepatan Membaca dan Pemahaman

Kecepatan membaca

Setiap jenis bacaan memiliki kecepatan yang berbeda. Misalnya, sebuah novel yang menarik membutuhkan waktu yang lebih cepat ketimbang teks biologi.

Buku diktat juga berbeda dalam bagaimana bagusnya gaya penulisannya, dan sebagai akibatnya ada beberapa yang mustahil untuk dibaca secara cepat.

Setiap semester, ukurlah waktu yang kamu perlukan untuk membaca satu bab dari setiap buku diktatmu. Lihat berapa halaman yang dapat kamu baca dalam waktu satu jam. Setelah kamu mendapatkan hitungan akurat atas kecepatan membacamu, kamu dapat merencanakan dengan baik waktu membaca dan belajar.

Pemahaman

Mula-mula bacalah satu bab dengan cepat. Identifikasikan bagian-bagian di mana pengarang menjelaskan suatu topik paling banyak. Bila terdapat banyak diagram untuk suatu konsep, maka konsep itu pastilah penting. Bila kamu benar-benar dikejar oleh waktu, lewati bagian di mana pengarang paling sedikit menjelaskannya.

Bacalah kalimat pertama setiap paragraf lebih hati-hati daripada kalimat-kalimat berikutnya pada paragraf yang sama.

Catatlah subjudul dan kalimat pertama setiap paragraf sebelum kamu membaca bab itu sendiri. Kemudian tutup bukumu dan tanyalah dirimu apa yang kamu tahu dan tidak tahu tentang subyek tersebut sebelum mulai membaca.

Fokus pada kata benda dan subyek pada setiap kalimat. Carilah kombinasi kata benda-kata kerja, dan fokuskan belajarmu padanya.

Misalnya pada kutipan wacana berikut:

Pengkondisian klasik adalah pembelajaran yang terjadi ketika kita menghubungkan dua stimuli dalam suatu lingkungan. Satu dari stimuli ini memicu respon refleksif. Stimulus kedua secara alami bersifat netral terhadap respon tersebut, tetapi setelah yang kedua ini dipasangkan dengan yang pertama, ia akan memicu responnya sendiri.

Daripada membaca setiap kata, kamu mungkin dapat meringkasnya seperti ini:

Pengkondisian klasik = pembelajaran = menghubungkan dua stimuli.
Stimulus pertama = memicu respon
Stimulus kedua = netral alamiah, tetapi berpasangan dengan stimulus pertama --> memicu respon

Daripada membaca dan membaca ulang suatu wacana, cobalah membuat catatan seperti di atas sehingga kamu hanya mencatat bagian-bagian yang penting saja. Sekali kamu membuat catatan-catatan semacam ini, kamu tidak perlu menguatirkan sisa wacananya.


waktu sekarang